Jl. Arjuna No.37, Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80232

Partnership 081238236898 (Tegar) | Donation 081901000271 (Desy) bali@seribuguru.org

Serunya Traveling And Teaching 10 SDN 7 Duda Timur, Karangasem

Pada tanggal 27-28 April 2018, komunitas 1000 Guru Bali kembali mengadakan kegiatan TnT (Traveling and Teaching) ke-10 di SDN 7 Duda Timur, Karangasem. Kagiatan kali ini berbeda dengan sebelumnya, “kenapa?” Karena kegiatan TnT kali ini dilakukan serentak oleh seluruh regional 1000 Guru di Indonesia dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) . Tidak hanya itu, seluruh volunteer juga mendapatkan ikat kepala yang sama dan dua kaos, dimana satu kaos dengan tema HARDIKNAS dan satu lagi kaos regional masing-masing. Saya sebagai salah satu volunteer merasa sangat senang sekali karena dapat berpartisipasi kembali dalam kegiatan ini. Ya, kegiatan ini sudah saya tunggu-tunggu dari satu setengah tahun yang lalu.

Pada tanggal 27 April 2018, pukul 04.00 wita kami harus berkumpul di meeting point  tepatnya Regents School, jalan dewi madri, renon. Setelah seluruh volunteer berkumpul, pengurus 1000 Guru Bali membagikan kaos untuk kegiatan dan pembagian bus. Jarak tempuh ke lokasi TnT ± 1-1,5 jam dan pukul 07.00 wita kami sudah tiba di lokasi. Untuk menuju ke SDN 7 Duda Timur kami perlu berjalan kaki ± 1 km melewati tanjakan dengan kemiringan sekitar 60o. Perjalanan kami cukup melelahkan, namun terbayarkan setelah disambut dengan tawa dan senyum dari adik-adik. Sesampainya di SDN 7 Duda Timur, saya sempat berhenti sejenak dan bertanya dalam hati “saya yang jalan segitu aja capek, gimana adik-adiknya yang harus melewati jalan tanjakan tersebut tiap hari untuk ke sekolah?”.

  

Setelah adik-adik melakukan doa dan mendapatkan sambutan dari salah satu guru di SDN 7 Duda Timur , kegiatan diambil alih oleh kak Desy (salah satu pengurus 1000 Guru Bali). Kegiatan pertama diawali dengan perkenalan seluruh volunteer sekaligus pengajar tiap kelas. Setiap kelas terdapat tiga orang volunteer dan dua orang pengurus, dimana materi ajar tiap kelas tentu berbeda, mulai dari materi flora, fauna, tata surya, perubahan di alam, hemat energi, penemu Dunia & Indonesia, serta luar angkasa.

Kebetulan saya bersama empat rekan saya mendapatkan tugas untuk mengajar kelas 5 dengan materi “Ayo menjadi penemu”. Dalam konteks materi tersebut, kami memperkenalkan penemu-penemu yang mengubah dunia dan yang berjasa untuk Indonesia. Meskipun sebelumnya adik-adik kelas 5 belum mengetahui tentang materi ajar kami, tapi mereka sangat antusias untuk belajar. Hal tersebut terbukti, saat saya menjelaskan nama penemu dan alat yang ditemukan, adik-adik tersebut mencatat yang mereka dengar di buku catatannya. Selain itu juga, mereka bisa menjawab pertanyaan yang diberikan saat kuis. Tidak hanya materi tersebut, kami juga memperkenalkan profesi-profesi yang ada dan mengarahkan profesi yang cocok dengan adik-adik sesuai hobinya. Untuk mencegah bosan dengan materi yang  diajarkan, kami juga memberikan ice breaking seperti tepuk pramuka, tepuk semangat, bernyanyi dan lainnya.

  
Sekitar Pukul 09.00 wita kegiatan teaching berakhir dan dilanjutkan dengan pohon impian. Pohon impian ini merupakan sebuah poster dengan gambar pohon tanpa daun, dimana setiap anak akan dibagikan satu daun yang akan diisi dengan nama dan cita-cita mereka yang nantinya akan ditempel pada pohon impian.

  

Pada pukul 09.30 wita, adik-adik dipersilahkan untuk istirahat dan kegiatan dilanjutkan setengah jam lagi dengan kegiatan outdoor. Khusus untuk kelas 5, kami melakukan tanam bibit kangkung dan kak Fikri (salah satu volunteer) mengarahkan kepada adik-adik mengenai cara menanam bibit kangkung serta memberikan infomasi mengenai cara merawatnya. Karena kegiatan menanam sudah selesai namun waktu untuk kegiatan outdoor masih, maka kami memilih untuk bermain dan bernyanyi.

Kegiatan outdoor berakhir, dan sekarang saatnya kegiatan heart to heart. Setiap volunteer memilki dua sampai tiga adik asuh, dimana nantinya kami akan mendengarkan cerita mengenai keluh kesah mereka dan kami juga memberikan motivasi kepada mereka untuk terus belajar. Kebetulan saat itu saya memiliki tiga adik asuh bernama Ketut, Karina dan Pebri. Ketiga adik asuh saya memiliki rumah yang cukup jauh dari sekolah, bahkan Ketut harus melewati sungai untuk pergi kesekolah. Saat musim hujan dan air sungai meluap, maka Ketut tidak berangkat ke sekolah. Banyak sekali hal yang dapat saya pelajari setelah mendengar cerita dari mereka, salah satunya adalah bersyukur dan menghargai apa yang telah saya miliki.

  

Kemudian acara dilanjutkan dengan pembagian donasi oleh volunteer ke adik asuhnya masing-masing, penyuluhan cara cuci tangan yang benar dari tim medis dan melempar balon. Akhir kegiatan kami ditutup oleh ucapan terima kasih dari ibu Kepala Sekolah SDN 7 Duda Timur.

Kegiatan di SDN 7 Duda Timur berakhir dan kami pergi ke Bukit Surga, tempat kami kemah. Sesampainya disana kami tinggal memasukkan barang-barang ke tenda, karena tenda sudah didirikan oleh pengelola perkemahannya. Kegiatan dilanjutkan dengan “Games”. Ada beberapa games kelompok yang diberikan oleh tim creative dan semua gamesnya seru dan hukuman dari kelompok yang kalah pun kocak-kocak. Volunter pada TnT kali ini juga gokil dan gila-gila. Pokoknya kegiatan dan orang-orangnya seru abis!!

  

Malam hari, dilanjutkan dengan nonton bareng video saat kegiatan dan makrab (malam keakraban), dimana semua volunter berbagi pengalaman mengajarnya dan cerita menarik yang ditemukan saat kegiatan teaching di SDN 7 Duda Timur.

Keesokan harinya, kami bangun lebih pagi untuk menikmati sunrise, senam pagi dan berfoto ria. Sekitar pukul 09.00 wita, kami persiapan pulang dan operasi semut dan pukul 11.00 wita kami tiba di end point.

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *